|
|
Peluang membangun usaha selalu ada
di setiap kesempatan. Asalkan jeli melihat peluang ini, niscaya siapa pun
bisa menjalankan usaha tersebut dengan hasil baik.
Itulah pelajaran penting, Usaha mandiri ini kini tak hanya mendatangkan laba untuk koceknya sendiri, tapi juga membuka kesempatan berbisnis bagi ratusan orang di lingkungan sekitar kita
.
Mari mengubah gaya hidup semua lapisan masyarakat. Orangtua maupun muda, di kota atau di pelosok desa, ber wira usaha mandiri. “Usaha ini berawal dari tukang tambal ban pada tahun 2000. Saat itu, saya masih berstatus baru menikah. Modal awalnya pun pas-pasan dan minat untuk berkarya.” Kenang Hari, panggilan akrab saya waktu itu,. Ternyata usaha tukang tambal ban l ini hanya bertahan hingga tahun 2003. Ini seiring mulai menjamurnya pemilik sepeda motor. “Awalnya saya sempat agak down melihat kondisi itu. Berkat kegigihan dan ketekunan, saya pun bangkit. Mulailah membidik jadi montir sepeda motor dengan peralatan seadanya,”. Dalam menjalankan usaha ini, saya membuka usaha mulai pukul 07.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB. “Alhamduillah, berkat layanan yang diberikan ke pelanggan, usaha ini pun berkembang. Meski hanya sekala kecil,”. Biarpun usia bisnisnya baru beberapa tahun, perkembangannya tergolong cepat. “Kalau kita jeli melihat peluang, apa pun bisa dibuat bisnis. Saya juga main bisnis ke bisnis pulsa karena saya lihat perkembangan masyarakat. Sekarang semua masyarakat hampir semua punya handphone, dan juga coneksi internet” ketekunan dan kegigihan pun kunci utama |

0 komentar:
Posting Komentar